Omong Klobot Tentang Makassar

9 Juli 2009 at 08:56 (Kota) (, , , , )

800px-anjungan_losari

Pantai Losari: salah satu ikon kota Makassar

Hari ini kita omong klobot tentang Makassar, kota kesekian persingggahan saya; sebagai tempat tinggal saya sejak dua tahun yang lalu, karena tuntutan untuk menjemput rejeki buat anak istri.
Kesan saya yang paling mendalam adalah pembangunan fisiknya demikian pesat. Indikator untuk mengetahui perkembangan dan kemajuan fisik suatu daerah menurut saya dapat dilihat dari tingkat kemacetan jalan-jalannya. Bila di suatu kota jalan-jalannya sering macet menunjukkan tingkat mobilitas masyarakatnya semakin tinggi, biasanya daerah itu semakin maju karena roda ekonomi berputar semakin kencang. Percaya silakan, gak percaya nggih monggo kerso…
Saya gak berani menyimpulkan apakah kemajuan Makasar ini terkait dengan putra daerahnya yang duduk di singgasana RI-2? Dalam hati sih jawabannya ‘ya”, meski agak takut-takut… He he he …. Maklumlah, sekarang khan lagi hot-hotnya kampanye RI-1, ntar kalau bikin pernyataan terkait pak Wapres yang notabene ingin naik jadi Pres…, jangan-jangan, jangan-jangan…..
Baiklah, biar terkesan ilmiah, kemajuan Makassar karena letaknya yang strategis: persis di tengah-tengah bentangan kepulauan Indonesia. Di samping itu juga ditunjang posisinya di ujung selatan Pulau Sulawesi semakin mempermudah Makassar untuk dijangkau baik dari Jakarta maupun Surabaya; yang notabene keduanya merupakan kota besar 1 dan 2 di Indonesia.

Masjid Raya Makassar

Masjid Raya Makassar

Demikianlah, setiap kajadian akan selalu menyebabkan kejadian yang lain, baik posisif maupun negatif. Makassar akan tersenyum ramah kepada orang yang beruntung bisa menyapanya dengan tersenyum. Namun akan menunjukkan wajah sinis kepada kalangan orang marjinal. Biasalah orang kecil menjadi korban pembangunan… Mereka semakin tersisih ditengah euforia warga menyambut Makassar sebagai metropolitan di Indonesia Timur. Terkait dengan itu, orang kecil seperti saya tetap mengharapkan pak Pemerintah yang arif  dan bijaksana untuk memperkecil efek negatif dari pembangunan….

9 Komentar

  1. Kopiitem berkata,

    hmmmm…..mantap nih, foto siluet pantai losari, tapi sayang akhir2 ini gw males ke Losari, udah hampir 10 thn direvitalisasi sampai sekarang blom kelar2….
    btw, nice post mas…..

  2. Rex berkata,

    Menurtku Makassar dr dl emang maju kok,dr sejarah sj dl Makassar merupkan slh satu kota termaju dunia,jg sbgai pusat perpustakaan dunia,sy tdk setuju klau kemajuan Makassar dikait2kn dgn putra daerah yg dudk di RI-2,klau mau certa mslh putra daerh knp bkn Kab.bone yg maju,dia kan putra daerh Bone,lagian menurtku wajar kok Makassar maju krn emang pantas,di-bnding kota2 lain di-indonesia maju gr2 putra daerahnya duduk di RI-1,he.he(sory cm ngebls).

  3. Aulia ramadhan berkata,

    makassa emang indah tapi tidak seindah dulu……..

  4. baso berkata,

    makassar is the bast….

  5. satriadi berkata,

    makassar emang kota kita semua. sip deh””’

  6. markitip berkata,

    Makassar???
    Mal…mal…pantai…makanan enak….
    manteeepp….

  7. heli amelia berkata,

    aku kangen buangetzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz……. mo kota makasar nich apa lagi sama tmen2 q yang di sanah kapan yah aku bisa katemu lagi sa.

  8. anto berkata,

    selamat berjuang…dan terus berkarya..bravo susilo hardi..doa ku dari jauh ..( koncomu nggawe tape )

  9. malik kundang berkata,

    e dede….mangkasara………..sdh 15 yahun sy tinggalkan’ko kodong…apa kareba……….i love you full my hometown….

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.