Omong Klobot Tentang Makassar
Hari ini kita omong klobot tentang Makassar, kota kesekian persingggahan saya; sebagai tempat tinggal saya sejak dua tahun yang lalu, karena tuntutan untuk menjemput rejeki buat anak istri.
Kesan saya yang paling mendalam adalah pembangunan fisiknya demikian pesat. Indikator untuk mengetahui perkembangan dan kemajuan fisik suatu daerah menurut saya dapat dilihat dari tingkat kemacetan jalan-jalannya. Bila di suatu kota jalan-jalannya sering macet menunjukkan tingkat mobilitas masyarakatnya semakin tinggi, biasanya daerah itu semakin maju karena roda ekonomi berputar semakin kencang. Percaya silakan, gak percaya nggih monggo kerso…
Saya gak berani menyimpulkan apakah kemajuan Makasar ini terkait dengan putra daerahnya yang duduk di singgasana RI-2? Dalam hati sih jawabannya ‘ya”, meski agak takut-takut… He he he …. Maklumlah, sekarang khan lagi hot-hotnya kampanye RI-1, ntar kalau bikin pernyataan terkait pak Wapres yang notabene ingin naik jadi Pres…, jangan-jangan, jangan-jangan…..
Baiklah, biar terkesan ilmiah, kemajuan Makassar karena letaknya yang strategis: persis di tengah-tengah bentangan kepulauan Indonesia. Di samping itu juga ditunjang posisinya di ujung selatan Pulau Sulawesi semakin mempermudah Makassar untuk dijangkau baik dari Jakarta maupun Surabaya; yang notabene keduanya merupakan kota besar 1 dan 2 di Indonesia.
Demikianlah, setiap kajadian akan selalu menyebabkan kejadian yang lain, baik posisif maupun negatif. Makassar akan tersenyum ramah kepada orang yang beruntung bisa menyapanya dengan tersenyum. Namun akan menunjukkan wajah sinis kepada kalangan orang marjinal. Biasalah orang kecil menjadi korban pembangunan… Mereka semakin tersisih ditengah euforia warga menyambut Makassar sebagai metropolitan di Indonesia Timur. Terkait dengan itu, orang kecil seperti saya tetap mengharapkan pak Pemerintah yang arif dan bijaksana untuk memperkecil efek negatif dari pembangunan….



Kopiitem berkata,
16 Juli 2009 pada 16:04
hmmmm…..mantap nih, foto siluet pantai losari, tapi sayang akhir2 ini gw males ke Losari, udah hampir 10 thn direvitalisasi sampai sekarang blom kelar2….
btw, nice post mas…..
Rex berkata,
22 Juli 2009 pada 11:08
Menurtku Makassar dr dl emang maju kok,dr sejarah sj dl Makassar merupkan slh satu kota termaju dunia,jg sbgai pusat perpustakaan dunia,sy tdk setuju klau kemajuan Makassar dikait2kn dgn putra daerah yg dudk di RI-2,klau mau certa mslh putra daerh knp bkn Kab.bone yg maju,dia kan putra daerh Bone,lagian menurtku wajar kok Makassar maju krn emang pantas,di-bnding kota2 lain di-indonesia maju gr2 putra daerahnya duduk di RI-1,he.he(sory cm ngebls).
Aulia ramadhan berkata,
27 Juli 2009 pada 21:08
makassa emang indah tapi tidak seindah dulu……..
baso berkata,
31 Agustus 2009 pada 05:14
makassar is the bast….
satriadi berkata,
3 September 2009 pada 01:04
makassar emang kota kita semua. sip deh””’
markitip berkata,
7 September 2009 pada 05:35
Makassar???
Mal…mal…pantai…makanan enak….
manteeepp….
heli amelia berkata,
14 September 2009 pada 09:50
aku kangen buangetzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz……. mo kota makasar nich apa lagi sama tmen2 q yang di sanah kapan yah aku bisa katemu lagi sa.
anto berkata,
3 November 2009 pada 05:28
selamat berjuang…dan terus berkarya..bravo susilo hardi..doa ku dari jauh ..( koncomu nggawe tape )
malik kundang berkata,
10 November 2009 pada 03:45
e dede….mangkasara………..sdh 15 yahun sy tinggalkan’ko kodong…apa kareba……….i love you full my hometown….